Jumat, 17 Februari 2012

Kali ini ada band asal Bali yang lagu-lagunya enak buat didenger dan liriknya bener-bener inspiratif. Pertama kali saya denger lagu-lagu dari band ini di acara MuDa Creativity di Fakultas sastra unud (kebetulan panitia juga). Mau tau langsung aja kita liat beberapa lirik lagu miliknya Nosstress:

Mengawali Hari
Pagi telah datang semua siap hadapi dunia
Pagi yang datang haruskan kita untuk berfikir
Pikirkan burukmu, pikirkan sifatmu, pikirkan sekitarmu
baru kau mulai langkahmu

Lihat ke depan
Perlu sedikit senyuman
Walau tak seindah dulu
Yang kau lihat kini
Apa yang kita rasa
Apa yang kita lihat
Apa yang kita terima
Apa yang kita rasa
Apa yang kita lihat
Apa yang kita alami
Semua karena kita sendiri

Tetap jalani
Tetap nikmati

Bersama kita
Mencoba slalu temukan
apa yang ingin kita cari
dan tetap slalu bersama dalam berpikir dan menjalani

Semua cerita dalam setiap hidup
takkan selamanya indah
takkan sekamanya buruk
coba slalu hadapi

Di saat kau tak mampu hadapi semua,
dekapkan badanmu di dekat kita
dan tak akan ada
yang tak bisa kita hadapi

Rasa
Apa yang ku rasakan
apa yang ku harapkan
harapan itu tak pernah akan
rasa itu seperti tertahan
bagaimana caranya mengungkapkan
coba slalu terbuka
tanpa ada ganjalan di dada

Hidup ini memang indah
takkan pernah sirna
tapi diriku merasa resah
hidup ini memang indah
oh tapi mengapa
terlalu banyak logika
yang mengalahkan rasa

Akankah ini berubah
atau tetap begini adanya
berat tetap terasa, mengapa?
mengapa?


Senin, 22 Agustus 2011

PRESSLIST 2 (Appreciation of Jounalist)

MADYAPADMA JOURNALISTIC PARK
Present

PRESSLIST 2 (Appreciation of Jounalist)

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2011
AT WORKSHOP SMA NEGERI 3 DENPASAR
Jl. Nusa Indah no. 20X, Denpasar, Bali

ACARA :

1. LOMBA KORAN DINDING (KORDING) TINGKAT SMP SE-INDONESIA TAHUN 2011

A. Ketentuan Umum Lomba
1. Lomba bersifat kelompok. Satu tim Koran Dinding (Kording) maksimal 6 (enam) orang yang berasal dari sekolah yang sama.
2. Peserta terbuka untuk pelajar SMP/MTs se-Indonesia
3. Tiap sekolah boleh menyertakan tim Kording lebih dari 1 (satu) tim.
4. Tiap Kording dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah) dikirim ke no.rek. 6110373692 Rek. BCA an: Made Ayu Susiana Sugihasri
5. Batas Akhir Pendaftaran Kording : Kamis, 1 September 2011
6. Kording dikirim ke alamat :
Madyapadma Journalistic Park
SMA Negeri 3 Denpasar
Jalan Nusa Indah Nomor 20X, Denpasar, Bali
Kode Pos 80233
7. Batas Akhir Penerimaan Kording : Jumat, 23 September 2011
Waktu penerimaan 17.00 WITA
Untuk konfirmasi awal silahkan mengirim SMS pendaftaran ke Contact Person:
- Eka Apsari : 085739164306
- Diah Atmaning : 085739201461
- Vivin : 085737448890
8. Tidak diadakan technical meeting, untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Contact Person atau presslist2mp@yahoo.com atau melihat pengumuman di www.madyapadma-online.com

B. Ketentuan Teknis Lomba
1. Rubrik-rubrik Kording terbagi atas Rubrik Wajib dan Rubrik Bebas. Rubrik Wajib terdiri atas Laporan Utama (Laput), Laporan Khusus (Lapsus), Tajuk Rencana, Profil, Resensi, dan Artikel. Sedangkan Rubrik Bebas tergantung perencanaan masing-masing peserta.
2. Tema Kording “Meningkatkan Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia Yang Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kesejahteraan Rakyat.”
3. Ukuran Kording 85x58 cm (tidak termasuk artistik luar).
4. Artistik luar dapat berbentuk dua dimensi.
5. Tulisan tidak boleh mengandung SARA.
6. Seluruh pengerjaan naskah dan artistik diselesaikan di sekolah masing-masing, naskah dikerjakan dengan computer atau mesin ketik.
7. Kording yang dikirim berupa print-an digital atau dicetak print sejenis baliho atau cetak offset.
8. Total nilai Kording berdasarkan kriteria penilaian yang ditetapkan panitia.
9. Pengumuman pemenang akan di umumkan di SMA Negeri 3 Denpasa pada tanggal Jumat, 30 September 2011 dan bagi peserta luar Bali dapat melihat di web : www.madyapadma-online.com
10. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

C. Kriteria Penilaian
1. Penilaian aspek redaksional meliputi :
- Keunikan dan kekhasan ide
- Kedalaman materi
- Akurasi dan aktualitas fakta dan data
- sikap kritis
- Bahasa
- Gaya penulisan
2. Penilaian aspek artistik meliputi :
- komposisi
- Warna
- Inovasi dan kreativitas konsep
- Foto
- Karikatur ilustrasi
- tipografi
- keseimbangan tata letak

D. Pengumuman Pemenang
Pengumuman pemenang akan diumumkan pada uncak acara PRESSLIST 2011 tanggal 30 September 2011.

E. Pemenang dan Hadiah
1. Juara I uang pembinaan Rp 1.000.000, ditambah piagam dan trofi
2. Juara II uang pembinaan Rp 750.000, ditambah piagam dan trofi
3. Juara III uang pembinaan Rp 500.000, ditambah piagam dan trofi
4. Juara Harapan I mendapatkan piagam
5. Juara Harapan II mendapatkan piagam
6. Masing-masing rubrik terbaik mendapatkan piagam penghargaan.
Contact Person:
- Eka Apsari : 085739164306
- Diah Natha : 085739201461
- Vivin : 085737448890


2. PELUNCURAN BUKU KARYA TEAM MADYAPADMA
Peluncuran buku buku hasil karya team penulis Madyapadma Journalistic Park.
Contact Person:
-Dhea: 081999519507

3. PELUNCURAN MPTV-ONLINE PRESSLIST 2 MADYAPADMA JOURNALISTIC PARK

Acara peluncuran video blog MPTV online yang akan menyiarkan acara berupa :
- Film Dokumenter
- Film Pendek (Cerita)
- Serial Jelajah Lingkungan
- Talk Show
- News
Contact Person:
-Chania: 082146145140
-Ayu Susiana : 081936003004

4. LOMBA CIPTA CERPEN SE-SMAN 3 DENPASAR MADYAPADMA JOURNALISTIC PARK

A. Ketentuan Peserta
1. Peserta adalah siswa SMAN 3 Denpasar
2. Peserta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 10. 000
3. Peserta mendaftarkan diri sekaligus mengirimkan karyanya paling lambat tanggal 5 September 2011
4. Karya cerpen bertemakan “Konflik”
5. Karya cerpen harus orisinil, bukan saduran, terjemahan atau jiplakan.
6. Karya cerpen belum pernah dilombakan atau dipublikasikan.
7. Karya cerpen ditulis dalam Bahasa Indonesia.
8. Diketik dalam program MS Word for Windows, huruf Times New Roman 12pt, spasi 1,5, kertas A4, dengan margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 4 cm, dan bawah 3 cm.
9. Dengan ketentuan jumlah kata 2000 - 4000 kata.
10. Cerpen diserahkan rangkap empat (1 asli, 3 fotokopi) dan soft copinya dalam CD.
Contact Person
- Lala: 085739630460
- Vivin: 085737448890

INFO SELENGKAPNYA :
EMAIL : presslist2mp@yahoo.com
WEBSITE : www.madyapadma-online.com

Rabu, 03 Agustus 2011

MADYAPADMA TRISMA...:D


Awal sekolah, awal dimana aku masi semangat-semangatnya nyari kegiatan tambahan, pastinya lewat ekstra kulikuler. Setelah promosi ekstra, aku bener-bener dilemma milih ekstra antara ikut KIR lagi atau masuk ke dunia jurnalistik. Pertimbangan panjang, hampir semua aku tanyain, mana bagusan ikut KIR atau jurnalistik. Seminggu berlalu dengan kebingungan dan kebimbangan, akhirnya aku bertekat bulat buat gabung sama jurnalistik di di sekolah baru ku. Ya, MADYAPADMA Trisma. Sejak saat itu Madyapasma menjadi rumah baruku, dan setiap orang yang ada di dalamnya kini menjadi saudara baruku yang member warna baru di setiap hari-hari ku.
                Banyak kegiatan yang ada di Madyapadma. Mulai dari jurnalistik, penelitian, tulis menulis dah pokoknya. Kita diajarin gimana berfikir kritis dalam melihat suatu permasalahan. Kata “Kak Ananta” (Pembina MP) kita disuru buat berfikir di luar kotak. Jadi kita melihat permasalahan tidak hanya dari satu sisi, tapi juga dari berbagai sudut pandang yang mungkin luput dari pandangan orang lain. MP ga Cuma bergelut di bidang tulis menulis. Mp juga udah menggeluti dunia perfilman, TV (MP TV Online), Radio (VOT), Foto, Penelitian, Penerbitan buku karya-karya MP, yaa banyak deh pokoknya. MP tue nano-nano, sedih seneng susah kerjasama persaudaraan impian dan cita-cita, semua ada di MADYAPADMA.
                Hum, MP punya banyak hal dan kegiatan yang seru. Mulai dari PJTD, PKSTD, WISJUR, dan kegiatan-kegiatan lain yang Cuma kita dapet di MP. mau liat gimana serunya, yoo liat deh moment-moment yang sempet di abadikan.......... 



PJTD, Krisna CM Baca buku  

PJTD, Kak ananta lagi berbagi pengalaman 


 PJTD, Kak Ananta lagi serius


PJTD, Latian debat


WISJUR, Di tebing pantai Geger 


Wisjur, Menelusuri pesisir pantai Balangan 


WISJUR, Moment kebersamaan antar anggota dan alumni MP


WISJUR, Persiapan untuk games Ulat Bulu 


WISJUR, Keakraban setelah makan siang


nah, itu sepintas moment-moment seru yang muncul di kegiatan MP, pastinya semua punya makna tersendiri buat yang terlibat di dalamnya...

Satu ... Dua... Tiga...
MP TRISMA,,,,,,,,,,,

Selasa, 02 Agustus 2011

Bondan Prakoso and Fade 2 Black- Not With Me Lyrics


1.    Titz
I'm walking up from my summers dreams again
try to thinking if you're alright
then I'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side
*reff:
I can see you if you're not with me
I can say to my self if you're OKAY
I can feel you if you're not with me
I can reach you my self, yuo show me the way

life was never be so easy as it seems
'till you come and bring your love inside
no matter space and distance make it look so far
still I know you're still here by my side
back to *reff

Bondan:
yea..you've made me so alive ,you give the best for me..love and fantasy yeah..
and i never feel so lonely, coz you're always here with me..yeah..always here with me
back to *reff
I'm walking up from my summers dreams again
try to thinking if you're alright
then I'm shattered by the shadows of your eyes
knowing you're still here by my side..

PARIWISATA, JATUH BANGUNNYA PULAU DEWATA


Dunia Pariwisata, merupakan nadi utama penggeliat perekonomian Bali. Pariwisata juga yang membuat Bali terkenal hingga ke pelosok dunia. Bahkan para penduduk dunia lebih mengenal pulau Bali di bandingkan Indonesia. Masyarakat Bali membanggakan hal ini. Mereka senang tanah kelahiran mereka di puji, ditambah lagi dengan lapangan pekerjaan yang muncul akibat melesatnya dunia pariwisata.
Bangli, 2010
               Ini mendorong para semeton Bali untuk semakin giat mengembangkan dunia pariwisata. Mulai dengan mendirikan pusat-pusat pariwisata seperti hotel, restaurant ataupun tempat-tempat pertunjukan budaya. Semua ini dianggap mampu membangun pariwasta bali, hingga akhirnya mampu membantu perekonomian Bali. Padahal sesungguhnya tanah Bali semakin di eksploitasi dengan ambisi masyarakat Bali sendiri.
Mungkin hanya materi yang ada di benak orang-orang yang giat mengeksploitasi pariwasata. Tak mempertimbangkan apa sesungguhanya menjadi kebanggaan Bali, hingga mamu menarik perhatian milyaran pasang mata di luar sana. Bali yang dulunya asri, berbudaya, penuh dengan dengan masyarakatnya yang bersahaja dan ramah serta religius. Itu lah Bali yang dulu.
Namun sayang, keadaan itu kini perlahan semakin berubah. Krama bali semakin bringas dengan pariwisatanya. Sawah-sawah yang merupakan sumber pengasil pangan, tanpa rasa tega tak ditanami padi lagi, tapi justru ditanami tiang-tiang beton yang berdiri kokoh. Restaurant, hotel, dan panging-panggung pertunjukan itu lah yang ditemukan sejauh mata memandang. Padahal dulu, ketika mata berkeliling, ada saja lahan hijau persawahan yang terlintas. tapi sayang itu dulu.
Para petani juga tergiur akan tawaran harga dari investor terhadap tanah mereka. Tanpa fikir panjang mereka melepas begitu saja lahan sawahnya. Kendatu bagi orang Bali, sawah memiliki arti penting, padi ditanam di sawah, dan padi juga melambangkan Dewi Sri, dewi kemakmuran. Tapi itu juga tidak menjadi pertimbangan. Uang dan materi itulah yang menjadi tujuan utama mereka kini. Tak lagi seperti dulu yang religius dan berbudaya.
Pantai kini juga menjadi sasaran para investor untuk menancapkan tiang-tiang pariwisata. Pantai yang juga memiliki arti penting bagi karma Bali. Pantai dalam konsep hindu, dianggap sebagai tempat yang suci. Di pantai atau yang dikenal dengan segara di kalangan umat hindu Bali diyakini sebagai tempat yang berfungsi untuk melebur segala hal yang bersifat negatif. Di pantai juga dianggap tempat untuk menyucikan diri ataupun benda-benda pusaka. Setiap hari raya tertentu seperti hariraya Banyu pinaruh, masyarakat Bali berbondong-bondong pergi ke segara untuk menyucikan diri, setelah hari turunnya ilmu pengetahuan. Sebelum hari raya nyepi umat hindu juga ke segara dengan menyungsung due dari pura yang ada di desa-desa.  Pratima, Barong, atau  benda-benda suci lainnya diiring menuju pantai oleh masyarakat desa untuk disucikan sebelum menyambut taun baru saka pada hari raya nyepi.
Begitu pentingnya arti segara, dan keyakinan hindu yang percaya bahwa segara merupakan tempat yang suci, tak membendung langkah karma Bali  untuk menjadikan kawasan ini sebagai kawasan pariwisata. Di tepi-tepi pantai Jimbaran kini banyak berderet restaurant-restaurant yang menjadikan pantai sebagai nilai tambah untuk tempat mereka. Dengan harapan tamu yang singgah ke tempat mereka bisa menikmati kendahan pantai yang sesungguhnya memiliki arti sacral ketika mereka tengah makan sembarai bercengkrama dengan rekan mereka. Ini juga merupakan bukti bahwa keyakinan umat hindu bali tergoyahkan akan limpahan materi yang diberikan oleh dunia pariwisata.
Para investor diuntungkan dengan ambisi msemeton bali yang semarak mengembangkan pariwisata. Tapi sayang semakin lama tanah bali semakin jauh dari bali yang sebenarnya. 

Rabu, 18 Mei 2011

PERTEMUAN DALAM TUNTUNAN LANGKAH


Mungkin takdir yang menuntun langkahku hingga sampai ke tempat ini. Hingga kini kutlah menjadi bagian dari keluarga besar sekolah ini, salah satu sekolah ternama di kota ini. Kebanggaan dan sedikit beban yang kurasa. Ya, aku bangga lantaran aku bisa ditrima bergabung di keluarga ini dan aku yakin masih banyak orang diluar sana yang ingin menjadi keluarga besar sekolah ini. Tapi sejalan dengan itu aku juga merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut membesarkan sekolah ini, setidaknya dengan menyumbangkan prestasi melalui hobi menulis ku. Tapi yang paling penting sekarang, aku harus melupakan beban itu dan menggantinya dengan ketulusan berbuat agar segala yang aku perbuat lebih bermakna dan lebih maksimal.

Beberapa bulan setelah resmi menjadi bagian sekolah ini, kami di perkenalkan dengan berbagai ekstra, dan tibalah saatnya untuk kami memilih menempatkan diri di bagian mana. Kebimbangan yang begitu melanda ku saat itu. Aku bingung memilih untuk bergabung dengan ekstra KIR yang telah ku geluti sejak duduk di bangku SMP, atau mengembangkan hobi menulisku di Ekstra jurnalistik. Berbagai cara kulakukan untuk menentukan pilihanku, bertanya sana sini, meminta pendapat. Tapi ujung-ujungnya aku membulatkan tekat ku untuk masuk ke dunia baru, dunia jurnalistik. Ketika aku memilih dunia ini, aku sedikit bimbang, begitu banyak yang ingin bergabung, tetapi yang bisa menjadi anggota hanya 30 orang. Sleksi harus dilewati untuk menyaring sekian banyak yang ingin bergabung hingga menyusut menjadi 30 orang. Syukurnya aku diterima menjadi anggota ekstra itu.
Hari pertama ekstra, kami diperkenalkan dengan bidang-bidang yang ada di ekstra itu. Begitu banyak dan hampir semua aku sukai. Mulai dari menulis, foto, hingga film semua ada dalam satu ekstra. Kini menjadi bagian dari salah satu ekstra besar di sekolah ini menjadi kebanggaan baru bagi ku. Hari itu juga kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengerjakan kording setiap 3 minggu sekali. Dan saat itu lah aku pertama kali mengenalnya, terang saja aku satu kelompok dengannya. Saat itu tak ada yang istimewa bagi ku. Yang ku tau saat itu ia sedang sibuk bermain game dengan laptopnya. Diskusi antara kami sedikit sepi, salah satunya karna kelompok kami tidak lengkap, dua dari kami tidak hadir saat itu. Tak banyak yang kami bicarakan, mungkin bisa dibilang kami hanya bertukar no hp saat itu, agar komunikasi lebih lanjut dapat dilakukan lewat hp.
Bebrapa hari setelah pembagian kemlompok ini, pembina ekstra mengadakan sleksi kepada pengurus maupun anggota baru, untuk mengikuti lomba jurnalistik. Ddalam sleksi ini salah satu rubrik yang aku pilih adalah profil. Saat sleksi kami hanya diberi waktu 60 menit untuk mengerjakan profil, maka kami harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Aku berfikir tak ada waktu untuk berkeliling di sekolah yang kala itu sudah sore untuk menemukan seseorang yang kemudian bisa aku jadikan narasumber. Segerasa saja aku mengajak orang di sebelahku untuk kujadikan narasumber. Kebetulan ia juga mengikuti sleksi profil maka gampang saja kami saling bertukar utuk wawancara.
Kala itu banyak anak-anak yang mengikuti sleksi duduk-duduk di depan kelas ku. Hingga ketika aku mulai menulis, sepi dan kesunyian pun terasa. Ternyata tinggal aku dan dia di tempat itu. Suara angin yang mendesir dan kicauan burung yang merdu mengiringi ku menulis. Suasana senja dan langit yang mulai memerah di depan kami membuat suasana begitu nyaman. Sesekali dia menanyakan hal-hal yang kurang jelas untuk memnulis profil ku. Dan mungkin saat itulah aku mulai tertegun olehnya. Sesekali aku menepis perasaan itu, tapi semakin aku menepisnya semakin aku meyakininya. Tak pernah aku merasa seperti itu ketika aku bersama orang lain, merasa begitu nyaman dan bahagia.
Kording edisi pertama harus segera di selesaikan. Sayangnya, dia sakit dan kami hanya mengerjakan kording berempat. Aku menyampaikan info tentang pengerjaan kording kepadanya. Aku memberitaukan rubrik-rubrik yang harus dikerjakannya. Tapi ternyata komunikasi kami berlanjut hingga kami akrab. Hari demi hari kulalui, tanpa ku sadari aku dan dia semakin dekat. Pulang sekolah dia sering mencari ku kekelas, untuk internetan atau mengerjakan tugas ekstra. Ia mulai sering mengikuti ku jika aku ada kegiatan. Dan kamipun sering terlihat bersama. Hingga kami sering diganggu oleh teman-teman. Tapi aku tidak mau menilai hal ini berlebihan aku tau dia sudah ada yang punya.
Suatu ketika, aku mendapatkan informasi bahwa lomba debat tingkat SMA yang ku ikuti sejak SMP kini diadakan kembali. Aku memutuskan untuk kembali berpartisipasi. Saat itu aku baru mendapat satu orang yang mau maju dengan ku, dia juga dulu satu SMP dengan ku dan kini kami sama-sama ada diekstra jurnalistik. Aku sedikit bingung untuk memilih satu orang lagi yang bisa menjadi kelompok ku, akhirnya aku memutuskan mengajak dia untuk bergabung dan syukurnya dia bersedia.
Tak terasa, lomba debat itu telah tiba. Tak ada persiapan sedikitpun, kami hanya bermodalkan tekat dan kebranian. Hingga kami kagok ketika bertemu lawan yang memang sudah mantap dari taun ke taun. Kala itu aku sedikit bingung melihat tingkahnya, dan benar saja ada yang tidak beres dengan dia hari itu. Ia memberitaukan tantang kondisinya kala itu. Wajah tanpa ekspresi, kaget dan bingung seketika menrundungku. Kesedihanpun menyelimuti, air mata terasa tertahan di pelupuk mata. Tapi ia memintaku untuk merahasiakan ini dari siapapun. Sesungguhnya ada rasa tidak percaya, tapi itulah kenyataan.  Dan Aku memutuskan untuk mengalah dari lawan agar kelompok kami gugur dan kami bisa segera pulang.

Aku bingung kenapa dia mau memberitau hal itu kepada ku. Aku bingung, aku belum lama mengenalnya, tapi kenapa dia memberitaukan rahasianya kepadaku? Aku menyanyakan hal ini kepadanya dan sederhana saja ia menjawab. “aku percaya sepenuhnya sama kamu“ aku terkejut mendengar pernyataannya walaupun menyiratkan kebahagiaan di hatiku. Ia juga memintaku untuk memperlakukannya seperti biasa, seperti aku memperlakukannya sebelum aku mengetahui tentang kondisinya itu.
Walu sedikit berat aku menyanggupi permintaannya. Aku memperlakunnya seperti biasa walau terkadang aku sedikit posesif. Aku belum bisa menepis perasaanku. Sikapnya kepadaku membuatku semakin meyakini perasanku. Aku bingung, apakah dia merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan? Fikiran ku menepis itu, dia sudah ada yang punya sudahlah. Yah kebingungan dan kebimbangan kembali melanda. Sekali lagi aku memutuskan untuk biasa saja.
Sore itu, aku dan dia pergi ke pantai dekat rumah ku. Kami bermain disana, dia terlihat begitu bahagia. Aku senang  senyuman kembali terlihat di wajahnya. Aku baru menyadari ternyata aku dan dia memiliki hobi yang sama. Yaitu bermain di alam. Kami tidak begitu senang bermain di tempat keramaian seperti supermarket atau tempat keramaian lainnya. Alam menjadi pilihan kami karena kami menanggap alam dapat memberikan kesejukan dan kenyamanan. Sebelum pulang ia sempat berkata “kalau aku disuru pualng besok, aku ga akan nyesel, aku udah bahagia banget hari ini” aku sedikit kaget mendengarnya. Mengapa dia bisa begitu bahagia padahal aku dan dia hanya bermain di pantai saat itu. Fikiran ku mulai berjalan-jalan memikirkan banyak hal. Tapi skali lagi aku berusaha menepisnya.
Sekian lama kami lalui dengan kebersamaan dalam persahabatan. Yah walaupun aku membohongi perasaan ku dengan halus. aku merasa bahagia karna aku dan dia bisa saling berbagi. Semakin lama aku merasa dia juga merasakan hal yang sama, tapi lagi-lagi aku berusaha menepisnya. Hingga akhirnya hari itupun tiba. Hari dimana kami jujur dengan perasan masing-masing. ternyata dia juga merasakan hal yang sama. Aku terkejut dan bahagia.
Hari itu terasa begitu berbeda, semua yang berusaha aku tepis ternyata suatu kebenaran yang tidak perlu di tepis. Aku dan dia pun kini bersama, setelah ia memutuskan untuk menjalani semua hanya dengan ku. Ini tak hanya kebahagian bagi aku dan dia, tetapi juga kabar gembira bagi teman-teman di sekitar ku. Satu yang aku tak mengerti hinga sekarang, dan mungkin juga yang tidak ia mengerti hinga detik ini, kenapa aku dan dia bisa saling menyayangi. Tapi yang kami tau pasti aku nyaman dengannya begitu juga dia.
Takdir yang menuntunku berjalan ke tempat ini, membuatku bertemu dengannya. Suratan yang membawaku bergabung dengan keluarga baruku membuat ku menganalnya. Hari-hari yang kulalui kini menumbuhkan kebersamaan antara aku dan dia. Dan kini dia menjadi suatu kebanggan baru di hidupku dan semoga selalu begitu.



Kamis, 17 Maret 2011

Melihat ke Laut


Ada banyak hal yang seharusnya kita tau dan kita mengerti. Tapi semakin kita berusaha menguasainya, ternyata semakin banyak yang belum kita jamah. Ilmu pengetahuan bagai lautan dan hamparan samudra. Sebelum kita menyusurinya dan saat kita berada di tepi pantai, kita dapat melihat hamparan laut yang luas di depan kita. Tetapi ketika kita berusaha menyusurinya ternyata lautan tak haya ap yang kita liat dari tepi pantai tempat kita berdiri. Tetapi sesungguhnya banyak yang belum kita lihat. Semakin kita berusaha mengarungi lautan semakin jauh kita pergi meninggalkan tepi pantai tempat kita berdiri. Semakin banyak permukaan laut yang pernah kita lihat dan kita tau, semakin banyak ada hal yang berbeda dari permukaan laut yang kita lihat dari tepi pantai tadi. Perbedaan ini semakin membuat kita bertanya apa yang menyebabkannnya terjadi. Seiring dengan itu, kita semakin menyadari kita tau semakin banyak dan kita juga merasa bahwa banyak hal yang belum diketahui.
Terlebih lagi ketika kita berusaha menyelami lautan, semakin banyak hal aneh yang belum kita ketahui dan tidak dapat kita liat dari tepi lautan. dan pastinya ketika kita mengetahui alam bawah laut, semakin banyak juga pertanyaan dan hal yang tidak kita mengerti menghampiri kita. Terang saja, alam bawah laut berbeda dengan daratan tempat kita berpijak dan menjalani hidup.


Dari sini juga kita semakin menyadari ilmu pengetahuan tidak jauh berbeda dengan hamparan samudra. Semakin kita berusaha untuk mengarungi dan menyelami ilmu pengetahuan, maka kita semakin banyak mengetahui hal yang tidak kita ketahui sebelumnya, tetapi ketauan kita ini akan diringi dengan lebih banyak ketidak tauan yang menuntut kita untuk semakin tau.